Selasa, 17 November 2015

Cerpenku

JANJI SETIA HIDUP SENDIRI
Biarlah aku yang mengalah demi kedua orang tuamu, yang memintaku untuk tidak bersamamu lagi, karena kamu sudah dipinang olehnya mantan kekasihmu, tapi aku akan tetap setia menantimu hingga janur kuning melengkung atau sampai kau berhianat akan keinginan kedua orang tuamu sendiri.
Teringat dalam benakku dikala aku duduk di halaman kost, janji akan kesetian terhadap seorang kekasih di masa SMA. Terasa sesak jiwa dikala janji itu terlintas dalam kesendirianku saat ini, janij terhadap seorang wanita yang pernah menjadi pengisi keseharianku dimasa putih abu-abu. Aku masih setia dengan janji yang aku buat dengannya, namun aku tidak pernah mengira kalau dirinya yang aku percaya akan melanggar janji akan kesetiaan terhadap pilihan orang tuanya, dirinya mempunyai kekasih lain setelah aku benar-benar menjalani permintaan orang tuanya untuk pergi dari kehidupan dirinya.
Pahitnya kata-kata darinya aku ketahui dikala aku sedang berada dirumah dari seorang sahabatku yang juga merupakan teman satu pondok dengan hasanah mantanku dimasa SMA. “andi, kamu tahu gak kalau hasanah itu pacaran sama rian di pondok” pertanyaan itu terlontar dari sahabatku. Aku sempat terheran terhadap pertanyaan yang terlontar dari sahabatku itu, namun aku berusaha tetap tenang sambil aku menjawa “gak tahu tuh, memangnya kapan pacarannya?”. “iya selama kamu sudah lulus dari sekolah kita, masak gak tahu? Dia memperjelas, sambil keheranan karena aku yang tidak tahu menahu akan apa yang sedang terjadi selama aku lulus dari sekolah yang penuh dengan kenangan. “benar aku gak tahu apa-apa masalah itu, dan kedekatanku itukan sudah dulu, sedang sekarang aku sudah jarang komunikasi dengannya, kan dia tidak pegang hp dipondok”. Obrolanku dengan sahabatku terus berlanjut namun sudah tidak membahas masalah status hasanah lagi, namun dalam hatiku masih penasaran akan kebenaran informasi dari sahabatku itu.
YYY
Seminggu sudah waktu berlalu dari hari dimana aku mendapatkan berita tentang status hasanah di pondok. Namun hati tetap masih bertanya-tanya dan berharap kalau hasanah akan menghubungiku karena biasanya kalau hari jum’at sore seperti saat ini, merupakan hari kunjungan orang tua hasanah kepondok sehingga hasanah terkadang menghubungiku baik menelfon atau ngechatt aku di situs sosial facebook, memang benar tuhan itu maha mendengar atas apa yang umatnya inginkan, karena tiba-tiba hpku bergetar menandakan kalau ada pemberitahuan dari akun facebookku, langsung saja aku melihatnya yang ternyata meupakan pesan yang datang dari kejauhan sana yang tidak lain adalah hasanah.
“bagaimana kabarmu kak”, pesan yang dikirim oleh hasanah untukku yang memang sedang menunggu kehadiran kabar darinya.
“Alhamdulillah baik, aku mau Tanya seuatu padamu”, akupun menjawab pesan darinya, dan langsung pada inti tujuanku untuk berkomunikasi dengannya.
“mau Tanya apa memangnya”.
“apa benar kamu berpacaran dengan rian di pondok? Tolong jawab dengan jujur” pertanyaanku langsung pada inti, sambil aku meminta akan kejujuran dari jawabannya.
“kata siapa aku pacaran dengan rian? Aku gak pacaran dengannya kak,”, hasanah tidak langsung menjawab, namun malah balik tanya dari mana aku tahu masalah statusnya yang berusaha dirinya sembunyikan selama aku berpisah dengannya. Namun aku masih penasaran akan kebenaran info yang aku ketahui dari sahabtku,
“sudahlah jangan menyembunyikan bangkai dariku lagi, karena sepandai-pandainya orang menyembunyikan bangkai pasti terciup baunya, benarkan kamu pacaran dengan rian”, kini pertanyaanku perlahan berubah menjadi tuduhan dengan maksud ingin buat hasanah menagkui akan hubungannya dengan rian di pondok.
“sungguh kak aku saat ini gak pacaran sama siapa-siapa apalagi sama rian, memangnya kamu dapat gossip dari mana kak, sampek segitu teganya kamu tuduh aku pacaran sama rian”, hasanah tetap bertahan dengan argumennya kalau dirinya gak pacaran dengan rian itu, namun rasa penasaran dari hatiku masih belum hilang, pesan demi pesan terus terkirim dari facebook ku, dengan berbagai macam cara agar kebenaran terungkap karena aku yakin sahbatku tidak akan mengada ngada atas apa yang dia sampaikan tentang hasanah.
Pada akhirnya kebenaran itu terungkap saat pesan darinya masuk ke Colum chat di Facebook “kak aku minta maaf, aku memang pernah pacaran sama rian tapi sekarang sudah tidak lagi”, namun pertanyaanku tidak cukup dangan jawaban itu aku masih memastikan sedetil mungkin tentang statusnya dengan rian seperti apa.
“lalu jika bukan sekarang kapan kamu yang pacaran, berapa lama pacaran dan kapan putus”. aku lontarkan semua rasa penasaran itu di colom pesanku dan aku kirimkan pada hasanah. Pemberitahuan akan adanya pesan di facebook kembali bedering
“tiga bulan aku pacaran dengan rian, dan aku pacaran semenjak selesai UN, dan semua itu karenamu, karena kamu yang menghindar dariku dan sudah tidak lagi perhatian padaku”, jawaban yang semakin membuat jiwa kecewa.
“salahku katamu? Lantas bagaimana dengan janji yang aku lontarkan padamu dank au menyetujuinya, dan bukankah kamu tahu aku mengalah karena kamu ingin taat pada orang tuamu dan aku mengikutinya, dan sekarang kamu masih menyalahkan diriku? Asal kamu tahu, aku masih setia pegang janji itu janji kesetiaan. Aku sangka kau akan setia akan prinsip ketaatanmu pada orang tuamu untuk tidak pacaran, namun nyatanya kamu hanyalah wanita yang bermulut manis depanku, oke sudah mulai sekarang aku tegaskan janji kita sudah musnah masa iddahnya dengan penghianatanmu, dan mulai sekarang aku ataupun kamu bebas mau dengan siapapun. Wassalmu’alaikum.” Pesan panjang itu aku kirim sebagai tanda kekecewaanku, dan tanda akan selesainya tanggung jawab yang selama ini aku bawa.
“ya terserah kamu kak, kamu mau marah dan gak mau memaafkan aku lagi, terimakasih kak atas semuanya, Wassalamu’alaikum.” Pesan terahir yang datang dari hasanah pada saat hari jum”at sore itu, menjadi penutup akan kepastian rasa penasaran yang ada dalam hatiku dan penutup akan lamanya kesetiaanku pada janji setia hidup sendiri.
YYY
Sudah lama kisah kesetiaan itu ada dalam kesehariaanku sampai semua jelas dan berahir dengan kesakitan di dalam hati dan menjadi hantu dalam kesendirianku, karena janji setia hidup sendiri itupula yang buatku terbiasa dengan hidup tanpa adanya seorang pengisi hati. Masalalu itu masih meninggalkan bekas luka yang terkadang membuat air mata ini menetes.

Nada dering hp ku membuatku tersadar kalau hari ini aku ada acara undangan dari fakultas untuk menghadiri acara seminar dan akupun langsung terbangun dari lamunan tentang kisah masa lalu, yang bagiku begitu menydihkan namun itu semua ada sisi positifnya dimana dengan itulah tuhan menunjukkan bagiku kalau tidak Cuma ada satu wanita di dunia ini.

Minggu, 24 Mei 2015

Minggu, 05 April 2015

serpihan

Ketika manusia itu hidup di dalam lingkup yang sempit dimana dirinya menjadi paling baik dikalangannya, maka akan berakibat suatu perubahan sifat yang terjadi pada individu tersebut. Perubahan yang terjadi bisa di akibatkan karena kurangnya kesadaran diri akan adanya suatu hal yang berada diluar sana.

untuk orang yang aku cintai

Sabtu, 04 April 2015

penelitian kuantitatif


BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Jenis penelitian
Penelitian Kuantitatif adalah suatu metode penelitian yang bersifat induktif, objektif dan ilmiah di mana data yang di peroleh berupa angka-angka (score, nilai) atau pernyataan-pernyataan yang di nilai, dan dianalisis dengan analisis statistik. Penelitian Kuantitatif biasanya di gunakan untuk  membuktikan dan menolak suatu teori. Karena penelitian ini biasanya bertolak dari suatu teori yang kemudian di teliti, di hasilkan data, kemudian di bahas dn di mbil kesimpulan.
Penelitian kuantitaif merupakan sebuah penelitian yang berlangsung secara ilmiah dan sistematis dimana pengamatan yang di lakukan mencakup segala hal yang berhubungan dengan objek penelitian, fenomena serta korelasi yang ada diantaranya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah untuk memperoleh penjelasan dari suatu teori dan hukum-hukum realitas. Penelitian kuantitatif dikembangkan dengan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan atau hipotesis.
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian
3.2.1.      Tempat Penelitian
Penelitian ini bertempat di Tniversitas Trunojoyo Madura (UTM), yang lebih spesifiknya difokuskan di fakultas ilmu sosial dan budaya (fisib).
3.2.2.      Waktu Penelitian
Penelitian ini di laksanakan pada waktu hari jum’at sampai minggu dengan jangka satu bulan. Dengan perincian minggu pertama melakukan observasi lapangan, dilnjut minggu kedua dan minggu berikutnya melakukan penyebaran angket dan melakukan wawanacara.
3.3. Populasi dan Sampel Penelitian
3.3.1.      Populasi
Menurut Burhan Bungin (2001 : 101 ). Bahwa “ populasi adalah merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian”. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa fakultas ilmu sosial dan budaya Univesitas Trunojoyo Madura.
3.3.2.      Sampel Penelitian
Sampel merupakan pengambilan data yang dilakukan untuk mewakili keseluruhan populasi ( Bungin : 2001 : 103 ). Pada penelitian ini dalam pengambilang sampelnya digunakan dengan cara mengambil sampel dari sebagian mahasiswa fisib utm. Untuk menghasilkan suatu data daripada penelitian.
3.4.Variabel dan Definisi Operasional
3.4.1.      Variabel
Variable pada dasarnya pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 2007).
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel sebagai kerangka penilitian sebagai berikut :
Variabel Penelitian
-          Variabel bebas X kekerasan dalam pacaran
-          Variabel terikat Y hubungan pasangan
3.4.2.      Definisi Operasional
No
Variabel
Definisi
Operasional
Indikator
Skala Data
Instrumen Pengumpulan Data
1
Kekerasan dalam pacaran
Kekerasan merupakan suatu tindakan yang dapat merugikan diri individu, orag lain, dan kelompok. Mengaikbatkan suatu kerugian atau memar/trauma, kematian, kerugian psikologis, kelainan perkembangan dan pemaksaan hak
Tindakan yang merugikan
Interval
Kusioner
2
Hubungan pasangan
Suatu ikatan yang terjadi terhadap dua orang beda jenis yang didalamnya terjadi interksi sosial yang tdak memiliki hubungan keluarga
Suatu ikatan  antara dua orang yang berbeda jenis
Interval
Kusioner

Rabu, 18 Februari 2015

taufiq_sosiologi: Perjalanan ini masih saja samabagaikan kapal yang ...

taufiq_sosiologi: Perjalanan ini masih saja samabagaikan kapal yang ...: Perjalanan ini masih saja sama bagaikan kapal yang mengikuti arus entah harus sampai kapan akan seperti ini kata mereka aku pergi berlayar...
Perjalanan ini masih saja samabagaikan kapal yang mengikuti arusentah harus sampai kapan akan seperti inikata mereka aku pergi berlayar dan akan pulang dengan ikan melimpahkata mereka semua akan baik baik sajamereka yang selalu ada dalam benakkumeski diriku masih saja sebatas pengikut arusmungkin mereka tidak tahu aku disini seperti apanamun pastinya aku masih tak seperti kata mereka