JANJI
SETIA HIDUP SENDIRI
Biarlah
aku yang mengalah demi kedua orang tuamu, yang memintaku untuk tidak bersamamu
lagi, karena kamu sudah dipinang olehnya mantan kekasihmu, tapi aku akan tetap
setia menantimu hingga janur kuning melengkung atau sampai kau berhianat akan
keinginan kedua orang tuamu sendiri.
Teringat
dalam benakku dikala aku duduk di halaman kost, janji akan kesetian terhadap
seorang kekasih di masa SMA. Terasa sesak jiwa dikala janji itu terlintas dalam
kesendirianku saat ini, janij terhadap seorang wanita yang pernah menjadi
pengisi keseharianku dimasa putih abu-abu. Aku masih setia dengan janji yang
aku buat dengannya, namun aku tidak pernah mengira kalau dirinya yang aku
percaya akan melanggar janji akan kesetiaan terhadap pilihan orang tuanya,
dirinya mempunyai kekasih lain setelah aku benar-benar menjalani permintaan
orang tuanya untuk pergi dari kehidupan dirinya.
Pahitnya
kata-kata darinya aku ketahui dikala aku sedang berada dirumah dari seorang
sahabatku yang juga merupakan teman satu pondok dengan hasanah mantanku dimasa
SMA. “andi, kamu tahu gak kalau hasanah itu pacaran sama rian di pondok”
pertanyaan itu terlontar dari sahabatku. Aku sempat terheran terhadap
pertanyaan yang terlontar dari sahabatku itu, namun aku berusaha tetap tenang
sambil aku menjawa “gak tahu tuh, memangnya kapan pacarannya?”. “iya selama
kamu sudah lulus dari sekolah kita, masak gak tahu? Dia memperjelas, sambil
keheranan karena aku yang tidak tahu menahu akan apa yang sedang terjadi selama
aku lulus dari sekolah yang penuh dengan kenangan. “benar aku gak tahu apa-apa
masalah itu, dan kedekatanku itukan sudah dulu, sedang sekarang aku sudah
jarang komunikasi dengannya, kan dia tidak pegang hp dipondok”. Obrolanku
dengan sahabatku terus berlanjut namun sudah tidak membahas masalah status
hasanah lagi, namun dalam hatiku masih penasaran akan kebenaran informasi dari
sahabatku itu.
YYY
Seminggu
sudah waktu berlalu dari hari dimana aku mendapatkan berita tentang status
hasanah di pondok. Namun hati tetap masih bertanya-tanya dan berharap kalau
hasanah akan menghubungiku karena biasanya kalau hari jum’at sore seperti saat
ini, merupakan hari kunjungan orang tua hasanah kepondok sehingga hasanah
terkadang menghubungiku baik menelfon atau ngechatt aku di situs sosial facebook,
memang benar tuhan itu maha mendengar atas apa yang umatnya inginkan, karena
tiba-tiba hpku bergetar menandakan kalau ada pemberitahuan dari akun facebookku,
langsung saja aku melihatnya yang ternyata meupakan pesan yang datang dari
kejauhan sana yang tidak lain adalah hasanah.
“bagaimana
kabarmu kak”, pesan yang dikirim oleh hasanah untukku yang memang sedang
menunggu kehadiran kabar darinya.
“Alhamdulillah
baik, aku mau Tanya seuatu padamu”, akupun menjawab pesan darinya, dan langsung
pada inti tujuanku untuk berkomunikasi dengannya.
“mau
Tanya apa memangnya”.
“apa
benar kamu berpacaran dengan rian di pondok? Tolong jawab dengan jujur”
pertanyaanku langsung pada inti, sambil aku meminta akan kejujuran dari
jawabannya.
“kata
siapa aku pacaran dengan rian? Aku gak pacaran dengannya kak,”, hasanah tidak
langsung menjawab, namun malah balik tanya dari mana aku tahu masalah statusnya
yang berusaha dirinya sembunyikan selama aku berpisah dengannya. Namun aku
masih penasaran akan kebenaran info yang aku ketahui dari sahabtku,
“sudahlah
jangan menyembunyikan bangkai dariku lagi, karena sepandai-pandainya orang
menyembunyikan bangkai pasti terciup baunya, benarkan kamu pacaran dengan
rian”, kini pertanyaanku perlahan berubah menjadi tuduhan dengan maksud ingin
buat hasanah menagkui akan hubungannya dengan rian di pondok.
“sungguh
kak aku saat ini gak pacaran sama siapa-siapa apalagi sama rian, memangnya kamu
dapat gossip dari mana kak, sampek segitu teganya kamu tuduh aku pacaran sama
rian”, hasanah tetap bertahan dengan argumennya kalau dirinya gak pacaran
dengan rian itu, namun rasa penasaran dari hatiku masih belum hilang, pesan
demi pesan terus terkirim dari facebook ku, dengan berbagai macam cara agar
kebenaran terungkap karena aku yakin sahbatku tidak akan mengada ngada atas apa
yang dia sampaikan tentang hasanah.
Pada
akhirnya kebenaran itu terungkap saat pesan darinya masuk ke Colum chat di
Facebook “kak aku minta maaf, aku memang pernah pacaran sama rian tapi sekarang
sudah tidak lagi”, namun pertanyaanku tidak cukup dangan jawaban itu aku masih
memastikan sedetil mungkin tentang statusnya dengan rian seperti apa.
“lalu
jika bukan sekarang kapan kamu yang pacaran, berapa lama pacaran dan kapan
putus”. aku lontarkan semua rasa penasaran itu di colom pesanku dan aku
kirimkan pada hasanah. Pemberitahuan akan adanya pesan di facebook kembali
bedering
“tiga
bulan aku pacaran dengan rian, dan aku pacaran semenjak selesai UN, dan semua
itu karenamu, karena kamu yang menghindar dariku dan sudah tidak lagi perhatian
padaku”, jawaban yang semakin membuat jiwa kecewa.
“salahku
katamu? Lantas bagaimana dengan janji yang aku lontarkan padamu dank au
menyetujuinya, dan bukankah kamu tahu aku mengalah karena kamu ingin taat pada
orang tuamu dan aku mengikutinya, dan sekarang kamu masih menyalahkan diriku?
Asal kamu tahu, aku masih setia pegang janji itu janji kesetiaan. Aku sangka
kau akan setia akan prinsip ketaatanmu pada orang tuamu untuk tidak pacaran,
namun nyatanya kamu hanyalah wanita yang bermulut manis depanku, oke sudah
mulai sekarang aku tegaskan janji kita sudah musnah masa iddahnya dengan
penghianatanmu, dan mulai sekarang aku ataupun kamu bebas mau dengan siapapun.
Wassalmu’alaikum.” Pesan panjang itu aku kirim sebagai tanda kekecewaanku, dan
tanda akan selesainya tanggung jawab yang selama ini aku bawa.
“ya
terserah kamu kak, kamu mau marah dan gak mau memaafkan aku lagi, terimakasih
kak atas semuanya, Wassalamu’alaikum.” Pesan terahir yang datang dari hasanah
pada saat hari jum”at sore itu, menjadi penutup akan kepastian rasa penasaran
yang ada dalam hatiku dan penutup akan lamanya kesetiaanku pada janji setia
hidup sendiri.
YYY
Sudah
lama kisah kesetiaan itu ada dalam kesehariaanku sampai semua jelas dan berahir
dengan kesakitan di dalam hati dan menjadi hantu dalam kesendirianku, karena
janji setia hidup sendiri itupula yang buatku terbiasa dengan hidup tanpa
adanya seorang pengisi hati. Masalalu itu masih meninggalkan bekas luka yang
terkadang membuat air mata ini menetes.
Nada
dering hp ku membuatku tersadar kalau hari ini aku ada acara undangan dari
fakultas untuk menghadiri acara seminar dan akupun langsung terbangun dari
lamunan tentang kisah masa lalu, yang bagiku begitu menydihkan namun itu semua
ada sisi positifnya dimana dengan itulah tuhan menunjukkan bagiku kalau tidak
Cuma ada satu wanita di dunia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar